Tanjab Timur, Magelang, KNJ.com – Sebanyak 557 pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dari seluruh Indonesia tengah digembleng kepemimpinannya di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Ketua DPRD Tanjab Timur, Hj. Zilawati, SH turut ambil bagian dalam forum tersebut guna memastikan sinkronisasi arah kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah berjalan optimal.
Agenda retreat yang diseenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini berlangsung selama lima hari, terhitung sejak 15 hingga 19 April 2026.
Langkah ini dirancang sebagai wadah konsolidasi strategis untuk memperkuat kepemimpinan kepala daerah di tengah dinamika global dan tantangan pembangunan yang kian kompleks.
“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pusat dan daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan,” ujar Zilawati,
“Kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperluas cakrawala berpikir. Sebagai pimpinan legislatif, kami dituntut memiliki pemahaman mendalam mengenai wawasan kebangsaan dan geopolitik, agar setiap kebijakan yang dihasilkan dapat selaras dengan kepentingan nasional,” kata Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Zilawati, Jum’at 17 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 15 hingga 19 April 2026 ini, menjadi forum strategis bagi seluruh Ketua DPRD se-Indonesia.
Di bawah gemblengan para instruktur Lemhannas, para pimpinan legislatif dari berbagai pelosok tanah air tersebut diajak untuk melakukan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain materi terkait kepemimpinan strategis, para peserta juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai ketahanan nasional dan tantangan pembangunan di era modern.
Atmosfer pendidikan militer yang disiplin di Akmil Magelang diharapkan mampu membentuk karakter pemimpin daerah yang tangguh, sigap dan memi nasionalisme yang tinggi.
Partisipasi aktif Zilawati dalam forum bergengsi tingkat nasional ini menunjukkan keseriusannya dalam mengawal dinamika pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Melalui bekal pengetahuan yang diperoleh dari Lemhannas, politisi PAN ini berharap dapat mengimplementasikan strategi kebijakan yang lebih efektif, responsif dan berbasis pada kepentingan rakyat luas.
Terkait hal tersebut, Zilawati menilai tantangan pembangunan saat ini memaksa lahirnya kolaborasi lintas level pemerintah yang lebih erat tanpa adanya ego sektoral.
“Dengan pemahaman yang sama l, kita bis memastikan bahwa program nasional benar benar diterjemahkan secara tepat di daerah, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, jelasnya(RM)
