Muara Sabak, KNJ.com – Seorang pria lanjut usia bernama Lambak (75) ditemukan meninggal dunia di area kebun Parit 1 Sungai Niur, Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (19/1/2026). Korban diketahui tinggal seorang diri di kebun tersebut dan sempat tidak ada kabar selama empat hari.
Penemuan jasad korban bermula dari laporan keluarga ke Mapolsek Muara Sabak Timur sekitar pukul 09.00 WIB. Keluarga menyampaikan kekhawatiran karena korban tidak dapat dihubungi sejak beberapa hari terakhir.
Kapolsek Muara Sabak Timur, AKP Chandra Adinata, mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kapolres Tanjabtim. Polisi kemudian bersama pihak kecamatan dan perangkat desa melakukan pencarian ke lokasi kebun tempat korban biasa beraktivitas.
“Sekitar pukul 11.00 WIB korban ditemukan di kebunnya dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata AKP Chandra.
Saat ditemukan, posisi korban terlungkup. Kondisi tubuh sudah membusuk dan di tangan korban masih tergenggam sebilah golok. Polisi memastikan korban sehari-hari memang bekerja sebagai pekebun di lokasi tersebut.
Hingga kini, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum luar untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
“Terkait dugaan barang korban yang hilang masih kami dalami. Saat ini belum dapat disimpulkan,” tegasnya.
Tim Inafis Polres Tanjab Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi untuk dilakukan pemeriksaan visum luar.
Sementara itu, anak korban, Yuleng, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan ayahnya terjadi pada Senin, 12 Januari 2026. Saat itu korban masih bisa dihubungi melalui telepon. Namun ketika kembali dihubungi pada Jumat, 16 Januari 2026, korban sudah tidak merespons.
“Karena tidak ada kabar, saya mendatangi kebun bapak pada Minggu (18/1), tapi bapak tidak ada,” ujarnya.
Keesokan harinya, Senin (19/1), keluarga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Yuleng juga menyebut bahwa ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit. Bahkan dalam percakapan terakhir, korban sempat meminta agar dibawakan badik miliknya karena mengaku sedang menghadapi masalah.
Selain itu, korban diketahui baru mengambil uang sekitar Rp14 juta. Namun saat dilakukan pengecekan di pondok kebun, uang tersebut tidak ditemukan. Badik yang biasa disimpan korban di dalam tas juga dilaporkan hilang.
Di lokasi kejadian, polisi hanya menemukan tas pinggang berisi uang sekitar Rp2 juta, rokok, dan topi milik korban. Polisi memastikan uang Rp2 juta tersebut bukan bagian dari uang Rp14 juta yang dilaporkan hilang,”tutupnya
