Harga TBS Kelapa Sawit Di Tanjab Timur mengalami Penurunan, Ini kata Riqo Yudha Wirja, S.Hut . selaku Kadis Perkebunan dan Peternakan 

Muara Sabak, KNJ.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat para petani sawit mulai mengeluhkan turunnya pendapatan hasil panen.

Berdasarkan hasil rapat penetapan harga Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS sawit untuk tanaman usia 10 hingga 20 tahun periode 22–28 Mei 2026 turun sebesar Rp41,98 per kilogram menjadi Rp3.818,54 per kilogram. Sebelumnya harga berada di kisaran Rp3.860,52 per kilogram, ujarnya

Penurunan harga sawit ini dipengaruhi melemahnya harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar nasional maupun global. Selain itu, fluktuasi permintaan ekspor turut memengaruhi harga jual TBS di tingkat petani.

Di sejumlah kecamatan sentra perkebunan sawit di Tanjab Timur, petani berharap harga sawit dapat kembali stabil agar perekonomian masyarakat tetap terjaga. Pasalnya, sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan kelapa sawit.

Meski penurunan tidak terlalu besar, kondisi ini tetap berdampak terhadap daya beli petani, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan biaya perawatan kebun. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas harga sawit di tingkat petani.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rico mengatakan,  penurunan harga sawit dipengaruhi kondisi pasar global dan turunnya harga crude palm oil (CPO) serta inti sawit. Menurutnya, fluktuasi harga komoditas sawit memang kerap terjadi mengikuti perkembangan pasar ekspor dan permintaan industri.

“Untuk saat ini harga sawit memang mengalami penurunan dibanding pekan sebelumnya. Namun pemerintah terus memantau perkembangan harga agar kondisi tetap stabil dan tidak terlalu berdampak besar bagi petani,” ujar Kadis Perkebunan.

Di sejumlah kecamatan sentra perkebunan sawit di Tanjabtim, petani berharap harga sawit dapat kembali naik sehingga penghasilan masyarakat dapat kembali membaik. Sebagian besar warga di daerah tersebut masih menggantungkan perekonomian keluarga dari hasil perkebunan kelapa sawit.

Meski penurunan harga tidak terlalu besar, kondisi ini tetap memengaruhi pendapatan petani, terutama untuk biaya perawatan kebun dan kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menjaga kestabilan harga TBS sawit di tingkat petani, “Tutupnya (R2N)